" A year from now you may wish you had started today "

09 November 2013

1 Hari 1 Kisah ; RAKSASA DAN SUFI


*kisah dibawah dlm bahasa melayu lama*

RAKSASA DAN SUFI



Seorang ahli sufi yang sedang musafir lewat sebuah bukit yang terpencil tiba-tiba berhadapan dengan raksasa setan tinggi besar, yang akan menghancurkannya.

Sufi itu berkata, "Baik, sila mencubanya, tetapi aku boleh mengalahkanmu, sebab aku sangat perkasa dalam pelbagai hal, lebih dari yang kau bayangkan. 

"Kau hanya cakap kosong, "kata Raksasa. 

"Kau ahli Sufi, yang terpikat pada masalah rohani. Kau tak akan dapat mengalahkan aku, sebab aku mempunyai kekuatan fizikal, aku tiga puluh kali lebih besar darimu. "

"Kalau kau menginginkan uji kekuatan," kata Sufi, "genggam batu ini dan perahlah air darinya"

Ia memungut sebutir batu kecil lalu memberikannya kepada Si Setan. Setelah berusaha sekuat tenaga, Raksasa itu menyerah. 

"Tak mungkin, tak ada air dalam batu ini. Cuba tunjukkan kalau memang ada airnya. "
Dalam keremang-remangan kerana dihadap setan, Sang Sufi mengambil batu itu, juga mengambil sebutir telur dari kantungnya, lalu memerah keduanya, meletakkan tangannya di atas tangan Raksasa. Sang
Raksasa teruja sebab orang memang suka teruja oleh hal-hal yang tidak difahami, dan memandangnya
tinggi-tinggi, lebih tinggi daripada yang seharusnya mereka berikan.

"Aku harus memikirkan hal ini," katanya. 

"Mari ku ajak kau ke guaku, dan akan ku jamu kau malam ini. 

"Sang Sufi mengikutinya masuk ke sebuah gua yang sangat besar, penuh dengan barang-barang milik para pengembara tersesat yang sudah dibunuh, benar-benar merupakan gua Aladin.

"Berbaringlah di sebelahku dan tidurlah," kata Si Setan,
"Besok aku akan memberikan keputusan." 

Ia pun membaringkan dirinya dan segera tertidur.

Sang Sufi, yang secara naluri mengetahui adanya bahaya pengkhianatan, merasa harus bangkit dan menyembunyikan diri di tempat yang agak jauh dari Raksasa. Itu dilakukannya sesudah menetapkan tempat pembaringannya tadi, agar seolah-olah nampak ia masih tidur di samping Si Raksasa.
Tidak lama setelah ia pindah tempat itu, Si Raksasa pun bangun. Ia mengambil sebuah batang pohon, menghentam Ahli Sufi yang pada fikirannya masih tidur disebelahnya itu dengan tujuh pukulan yang sangat kuat. Lalu ia berbaring lagi, terus tidur. Sang Sufi kembali ke tempat tidurnya semula, berbaring lalu memanggil Raksasa.

"Hoi Raksasa, guamu ini sangat menyenangkan, tetapi aku baru saja digigit nyamuk tujuh kali. Kau harus menyingkirkan nyamuk itu. "

Hal ini tentu saja sangat mengejutkan Raksasa sehingga ia tidak berani lagi menyerang Sang Sufi. Bagaimana, kalau seorang telah dipukul tujuh kali dengan sebuah batang pokok oleh Raksasa yang menggunakan tenaga sekuat-kuatnya...

Paginya, Si Raksasa memberikan beg kulit lembu kepada Sang Sufi, katanya, 
"Ambil air untuk makan pagi, agar kita boleh membuat teh."

Sang Sufi tidak mengambil beg itu (Yang begitu besar sehingga diangkat pun sukar), tetapi pergi menuju ke sebuah sungai kecil untuk menggali saluran air kecil ke arah gua. 

Si Raksasa menjadi haus, "Kenapa tak kau bawa air? "

"Sabar sahabat, saya sedang membuat saluran tetap menuju ke mulut gua, agar nantinya kau tak usah membawa-bawa beg berat itu untuk mengambil air."

Tetapi Raksasa itu terlalu haus dan tak sabar menanti. Diambilnya beg kulit itu, lalu ia menuju ke sungai mengisinya dengan air. Ketika teh sudah tersedia, ia meminum seberapa banyak dan fikirannya mula menjadi agak jernih. Ia berkata,"Kalau kau memang kuat dan kau memang telah membuktikannya kenapa tak boleh kau gali saluran itu secara cepat, tetapi sejengkal demi sejengkal? "

"Sebab," kata Sang Sufi, "tak ada hal yang sungguh-sungguh berharga boleh dikerjakan tanpa penggunaan tenaga sesedikit mungkin. Setiap hal menuntut penggunaan tenaga pada kadarnya dan saya menggunakan tenaga sesedikit mungkin untuk menggali saluran. Disamping itu, aku tahu bahawa kau begitu terbiasa menggunakan beg kulit itu sehingga tidak boleh meninggalkan kebiasaanmu. "


Tamat.
Share:

2 comments:

  1. moral value kisah ni, usaha yang sedikit akan tetap membuahkan hasil walaupun lambat, dan betapa pentingnya sikap sabar dalam diri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. power la ika ni..selain 2 pengajaran yg terbaik ialah dberi dgn cara brhikmah..

      Delete